Thursday, November 19, 2009

Boring Day or Happy Day ?

Pagi-pagi sekali aku harus berangkat ke kampus, karena kalo talat sedikit pasti aku gak bisa masuk, di suruh tutup pintu dari luar deh ma dosennya...he..he,
nyampe kamupus ternyata di kelas blm da siapa2.(Kepagian Mas.....!)
sepuluh menit berlalu temen2 akhirnya pada datang masuk kelas...aku jga heran ko temn2 bru datang dan dosennya jga blum ada, eh.......lpa arloji aku emang lebih 30 menit, pantesan aja......
nah...skarng waktunya duduk manis, mendengarkan, memperhatikan, konsntrasi penuh"
dosen mulai masuk kelas, belau memberikan Absensi kpada salah satu temen aku yang duduknya paling depan, maksudnya nanti buat di kasi'n ke teman yang laen, sambil temen-temen mengisi absen, Bapak Dosen mulai membuka perkuliahan hari ini, sampai akhirnya perkuliahan selesai karna nya 2 sks aja....


Tar dulu ah.......nnti di sambung lagi,

Sunday, November 15, 2009

My Album


Asyik juga ya Main Arung Jeram,







MEROKOK...MERUGIKAN KESEHATAN INGAT BUNG!








wih...enak juga nih di dampingi dua cwe,







Indonesia Punya yang Pasti







Dingin Euy....." Pagi-pagi Dah nyemplung






eh....merokok lagi?

Thursday, November 12, 2009

BADUY ?





Orang kanekes atau disebut juga Baduy, adalah suatu kelompok masyarakat dengan Adat sunda yang berlokasi di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Awal mula sebutan baduy tersebut adalah sebutan yang diberikan oleh penduduk luar, yang berawal dari peneliti Belanda yang menyamakan mereka dengan Badawi atau Bedouin Arab yang merupakan masyarakat yang nomaden (berpindah-pindah). Selain itu sebutan Baduy juga mungkin karena adanya sungai Baduy dan Gunung Baduy yang terdapat di wilayah utara. Namun suku Baduy sendiri lebih senang disebut dengan orang “kanekes”. Sesuai dengan nama wilayah mereka atau sesuai dengan kampung mereka.

Wilayah kanekes bermukim tepat di kaki pegunungan Kendeng di desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak-Rangkasbitung, Banten, berjarak sekitar 40 km dari kota Rangkasbitung. Tidak heran bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa sunda dialek Sunda-Banten. Namun mereka juga lancar menggunakan Bahasa Indonesia ketika berdialog dengan penduduk luar.

Suku Baduy sendiri terbagi menjadi tiga kelompok yaitu tangtu, panamping, dan dangka (Permana, 2001). Kelompok tangtu adalah kelompok yang dikenal sebagai Baduy Dalam. Yaitu kelompok Baduy yang paling ketat mengikuti adat mereka. Terdapat tiga kampung pada kelompok Baduy dalam yaitu: Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Ciri khas orang Baduy Dalam adalah mereka mengenakan pakaian yang berwarna putih alami dan biru tua serta mengenakan ikat kepala putih. Kelompok yang kedua adalah Baduy Luar atau dikenal sebagai kelompok masyarakat panamping. Yang berciri mengenakan pakaian dan ikat kepala berwarna hitam. Dan tersebar mengelilingi wilayah Baduy Dalam seperti Cikadu, Kaduketuk, Kadukolot, Gajeboh, Cisagu, dan lain sebagainya. Lain halnya kelompok ketiga disebut dengan Baduy Dangka, mereka tinggal di luar wilayah Kanekes tidak seperti Baduy Dalam dan Luar. dan saat ini hanya 2 kampung yang tersisa yaitu Padawaras (Cibengkung) dan Sirahdayeuh (Cihandam).

Kepercayaan Suku Baduy atau masyarakat kanekes sendiri sering disebut dengan Sunda Wiwitan yang berdasarkan pada pemujaan nenek moyang (animisme), namun semakin berkembang dan dipengaruhi oleh agama lainnya seperti agama Islam, Budha dan Hindu. Namun inti dari kepercayaan itu sendiri ditunjukkan dengan ketentuan adat yang mutlak dengan adanya “pikukuh” ( kepatuhan) dengan konsep tidak ada perubahan sesedikit mungkin atau tanpa perubahan apapun.

Objek kepercayaan terpenting bagi masyarakat Kanekes adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral. masyarakatnya mengunjungi lokasi tersebut dan melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan kalima. Hanya ketua adat tertinggi puun dan rombongannya yang terpilih saja yang dapat mengikuti rombongan tersebut. Di daerah arca tersebut terdapat batu lumping yang dipercaya apa bila saat pemujaan batu tersebut terlihat penuh maka pertanda hujan akan banyak turun dan panen akan berhasil, dan begitu juga sebaliknya, jika kering atau berair keruh pertanda akan terjadi kegagalan pada panen.

Mata pencaharian masyarakat Baduy adalah bertani dan menjual buah-buahan yang mereka dapatkan dari hutan. Selain itu Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin melaksanakan seba yang masih rutin diadakan setahun sekali dengan mengantarkan hasil bumi kepada penguasa setempat yaitu Gubernur Banten. Dari hal tersebut terciptanya interaksi yang erat antara masyarakat Baduy dan penduduk luar. Ketika pekerjaan mereka diladang tidak mencukupi, orang Baduy biasanya berkelana ke kota besar sekitar wilayah mereka dengan berjalan kaki, umumnya mereka berangkat dengan jumlah yang kecil antara 3 sampai 5 orang untuk mejual madu dan kerajinan tangan mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Perdagangan yang semula hanya dilakukan dengan barter kini sudah menggunakan mata uang rupiah. Orang baduy menjual hasil pertaniannya dan buah-buahan melalui para tengkulak. Mereka juga membeli kebutuhan hidup yang tidak diproduksi sendiri di pasar. Pasar bagi orang Kanekes terletak di luar wilayah Kanekes seperti pasar Kroya, Cibengkung, dan Ciboleger. (sumber : http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=suku+baduy&btnG=Telusuri+dengan+Google&meta=cr%3DcountryID&aq=f&oq=suku+baduy&fp=a79b461d0038fca2)

Wednesday, November 11, 2009


Fatah Katakan Hamas Tahan Puluhan Orang Pada HUT Arafat
Mahmoud Abbas (ANTARA/REUTERS-Nayef Hashlamoun)
Gaza (ANTARA News/Reuters) - Gerakan Fatah dari presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh penguasa Gaza gerakan Islam Hamas telah menahan puluhan anggotanya Selasa untuk menghentikan mereka memperingati ulang tahun ke5 wafatnya Yasser Arafat.

Para pejabat Fatah mengatakan pasukan keamanan Hamas telah melakukan gelombang penangkapan di Jalur Gaza yang mencakup tokoh senior Fatah Mohammed al-Nahal dan Jamal Abeid.

Hamas tidak ingin memberi kesempatan menyusun diri kembali di Gaza, dan ingin membalas dendam penindasan yang mereka katakan dengan tetap ditimpakan pada para anggotanya oleh Fatah di Tepi Barat.

Seorang pejabat Fatah mengatakan ia yakin penangkapan itu akan berlanjut hingga Rabu, hari ulang tahun Arafat.

Ehab Al-Ghsain, seorang jurubicara kementerian dalam negeri Hamas, membantah tuduhan itu dengan mengatakan hal itu sebagai "tuduhan biasa Fatah untuk menutupi penangkapan yang terus dilakukan pada orang-orang Hamas di Tepi Barat".

Dua tahun lalu, sembilan orang tewas dalam bentrokan antara para pendukung Fatah dan polisi saingan mereka Hamas, pada salah satu unjuk rasa peringatan terbesar di Gaza untuk menandai ulang tahun meninggalnya pemimpin PLO Arafat.

Ghsain mengatakan Fatah tidak minta izin untuk mengadakan acara umum di Gaza. Seorang pejabat Fatah menyatakan permintaan seperti itu biasanya ditolak oleh Hamas.

Hamas dan Fatah telah berulang kali saling tuduh mengenai serangan penangkapan terhadap pendukung kedua kelompok itu di Gaza yang diperintah Hamas dan di Tepi Barat yang didominasi Fatah. Satu tahun lebih penengahan Mesir telah gagal merekonsiliasikan kedua kelompok itu atau meyakinkan mereka untuk melakukan langkah-langkah ke arah berakhirnya perselisihan itu.

Anggota parlemen senior Fatah Ashraf Goma dengan berhati-hati menyambut para pendukung di kantornya Selasa di Jalur Gaza selatan, tempat mereka menyalakan lilin di bawah lukisan dinding besar Arafat.(*)(antara news)

Sunday, November 8, 2009

Warna Hukum Negaraku


Negara.....
negara adalah bentuk wilayah yang mempunyai penduduk,pemimpin, dan atur hukumnya....
bisa di bayangkan apabila negara tidak mempunyai HUKUM...!
Hukum merupakan buah dari budaya munusia..yang fungsinya untuk mengatur manusia itu sendiri..
negaraku tercinta Indonesia...kini orang-orang yang mengisimu sedang menunggu kebenaran akan keadilan di atas tanahmu....
lembaga-lembaga yang mengatur aturan-aturan kini sedang mempertahankan apa yang harus mereka pertahankan dengan mengatasnamakan keadilan untuk rakyat...
satu lembaga merasa benar....dan lembaga lainya juga merasa demikian,
lalu rakyat harus percaya sama siapa?
kenapa harus ada permasalah seperti ini....
apakah ini Bukti, bahwa wajah hukum negaraku tercinta ini memang keadaanya seperti ini..yang katanya hukum bisa di beli, kalau hukum bisa dibeli lalu nasib saudara-saudaraku yang tak punya duit bagaimana?

Labels: